Marty hanya sebatas pembantu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono yang tidak mungkin berbuat lebih keras dari apa yang dinstruksikan kepadanya.
"Posisi dia hanya sebagai pembantu Presiden. Dia tidak bisa mengambil keputusan yang seharusnya dilakukan oleh Presiden. Kalau instruksi Presiden, selesaikan dengan baik-baik, masak pembantunya mau frontal. Dia pasti loyallah kepada Presiden," ujar Andrinof A Chaniago.
Hal itu dikatakan pengamat politik dari Universitas Indonesia itu kepada
Rakyat Merdeka Online Minggu malam (22/8) usai diskusi "Pemindahan Ibukota ke Kalimantan: Jalan Keluar dari Berbagai Paradox Pembangunan," di Pulau Dua Resto, Senayan, Jakarta.
Menurutnya, bila Marty diingankan terapkan diplomasi yang keras, mestinya SBY tidak lagi menginstruksikan kepadanya untuk menyelesaikan persoalan dengan Malaysia dengan cara baik-baik.
"Jangan ada kata selesaikan dengan baik-baik. Masih banyak cara lain yang bisa diambil oleh Presiden. Misalnya, dengan mengatakan amankan rakyat kita di manapun mereka berada," tandasnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: