Hal ini terkait dengan tidak adanya adanya rekaman pembicaraan antara tersangka kasus upaya penyuapan Ary Muladi dan Deputi Bidang Penindakan KPK, Ade Raharja yang sebelumnya mereka akui ada.
"Saya kira yang paling elegan sekarang ini adalah minta maaf secara terbuka. Masyarakat juga akan mengerti itu. Ya karena Kapolri saat ini sedang mengemban tugas yang berat dalam menumpas terorisme," ujar mantan anggota Tim 8, Amir Syamsuddin, kepada
Rakyat Merdeka Online (Jumat, 13/8).
Sebelumnya, Amir mengakui sangat sulit di negara ini untuk menemukan pejabat yang ngotot untuk mempertahankan kebenaran. Kebanyakan, lanjutnya, para pejabat hanya ngotot terhadap pendapat masing-masing, walau itu keliru.
"Setelah sadar memberikan informasi yang keliru, kita belum melihat (pejabat) langsung mau mengakui atau kalau perlu meletakkan jabatan," imbuhnya.
Namun, menurutnya, mengundurkan diri belum menjadi budaya di negara Indonesia. Dari itu, dia menyarankan agar kedua petinggi itu cukup minta maaf kepada publik.
[zul]
BERITA TERKAIT: