Hal tersebut disampaikan Ketua Umum Oesman Sapta pada pengukuhan kepengurusan HKTI di Istora Senayan, Jakarta, Minggu (8/8).
"Seluruh pengurus DPN HKTI periode 2010-2015 telah bersepakat untuk mengembalikan dan menjaga fungsi HKTI kepada jati dirinya sebagai organisasi profesi. Organisasi yang memperjuangkan kepentingan petani Indonesia," ujar Oesman.
Tudingan HKTI sebagai kendaraan politik muncul ketika organisasi ini berada di bawah kendali Prabowo Subianto. Ketika itu HKTI dijadikan corong untuk mendukung mantan Danjen Kopassus ini sebagai RI-1.
[arp]
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
BERITA TERKAIT: