PELANTIKAN PENGURUS HKTI

Prabowo: Pengurus HKTI Tak Bergaji

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Jumat, 06 Agustus 2010, 16:25 WIB
Prabowo: Pengurus HKTI Tak Bergaji
Jakarta, RMOL. Siang tadi (Jumat, 6/8) Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasiona Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI) Prabowo Subianto melantik pengurus baru DPN HKTI masa bakti 2010-2015 hasil kongres HKTI di Bali pada Juli Lalu.

Dalam sambutannya, Prabowo Subianto mengingatkan, menjadi pengurus HKTI merupakan pengabdian kepada masyarakat. Karena pengurus HKTI tidak menerima gaji.

"Sebelum bekerja, saya ingatkan, pengurus HKTI itu sungguh-sungguh pengabdian. Tidak ada gaji. Pengurus harus bersedia mengorbankan waktu, tenaga, kepintaran. Bahkan kalau perlu (mengorbankan) uang untuk memajukan petani-petani kita," ujar Prabowo di Aula gedung Departemen Pertanian, Ragunan, Jakarta Selatan.

Selain itu, Mantan Danjen Kopassus ini kembali mengungkap pentingnya memajukan pertanian Indonesia. Dia menegaskan, kebangkitan Indonesia bisa diwujudkan melalui pertanian.

"Menurut saya, pertanian jauh lebih strategis ketimbang pembangunan-pembangunan lainnya. Tanpa mal, gedung tinggi, dan gedung mewah, kita masih bisa hidup. Tapi kita tidak bisa hidup tanpa tanah, tanpa pertanian, dan petani," ungkapnya.

Dalam pengurusan yang baru ini, terjadi beberapa perubahan. Fadli Zon dipercaya menjadi Sekjen DPN HKTI. Sementara beberapa nama baru seperti Saan Mustopa, Ferry Juliantono juga masuk dalam pengurus DPN HKTI.

Ferry dan Saan merupakan fungsionaris partai Demokrat. Ferry sendiri dikenal sebagai aktivis pergerakan dan sampai saat ini juga menjabat sebagai ketua umum Dewan tani Indonesia, organisasi tani yang kerap menentang kebijakan pemerintah.

“Saya menerima tawaran dari Pak Jafar Hafsyah yang pada saat munas kemarin terpilih sebagai ketua Badan Pertimbangan Organisasi HKTI," ungkap Ferry di tempat yang sama.

Ferry yang dipercaya sebagai Ketua Bidang Data Statistik dan Informasi Pertanian DPN HKTI ini kemudian menjelaskan alasannya mau jadi pengurus. Dia mengatakan karena ada kepentingan besar untuk memperjuangkan nasib petani secara bersama.

"Kerjasama dengan Pak Prabowo tentu akan lebih mengefektifkan langkah-langkah besar HKTI dan juga gerakan tani untuk mengangkat posisi petani pada tempat yang terhormat di negeri ini “ ujar Ferry soal alasan yang lain. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA