Jurubicara KPK, Johan Budi SP menyatakan saat ini kondisi KPK ibarat kaca yang pecah. Meskipun direkatkan kembali dengan menggunakan lem Super Glue sekalipun, retak pada kaca itu tetap kentara.
"Makanya dibutuhkan pimpinan KPK yang
strong. Selain, alasan normatif yang ada di ada di undang undang, ada satu syarat yang harus dipenuhi pimpinan KPK. Yaitu keberanian. Tidak hanya ekstra, tapi juga ekstrim melaksanakan penanganan yang ada di KPK," ujar Johan Budi dalam diskusi
Mencari Figur Ideal Pimpinan KPK di Warung Daun, Jakarta (Kamis, 5/8).
Hal itu ia katakan terkait dengan peristiwa yang menimpa tiga pimpinan KPK. Yaitu, Antasari Azhar yang terlibat pembunuhan, sedangkan Bibit Samad Rianto dan Chandra M Hamzah yang disebut-sebut telah menyalahgunakan wewenang dan melakukan pemerasan.
"Peristiwa 2009 itu, dari Pak Antasari dan Bibit-Chandra, jelas mengubah peta kondisi di dalam KPK. Apalagi Pak Haryono yang biasanya di bidang pencegahan, harus mengambil alih semua tugas yang ada di KPK. Pegawai KPK bertindak atas perintah pimpinan KPK. Disnilah peran piminan KPK menjadi sangat vital.," imbuhnya.
[zul]
BERITA TERKAIT: