KAMPANYE PEMBAKARAN AL-QURAN

Muhammadiyah: Saatnya Obama Tampilkan Politik Perdamaian

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/zulhidayat-siregar-1'>ZULHIDAYAT SIREGAR</a>
LAPORAN: ZULHIDAYAT SIREGAR
  • Kamis, 05 Agustus 2010, 09:53 WIB
Muhammadiyah: Saatnya Obama Tampilkan Politik Perdamaian
Jakarta, RMOL. Presiden Amerika Serita Barack Hussein Obama harus segera merealisasikan janjinya yang ia sampaikan pada saat berpidato di Mesir Juni 2009 lalu yang akan membangun hubungan baik dengan komunitas Islam di seluruh dunia.

"Obama lewat pidatonya di Kairo itu sangat positif. Saatnya lah Obama menjalankan politiknya yang konsiten dengan apa yang ia sampaikan. Obama harus menjukkan simpati pada Islam dan juga agama-agama lainnya. Cara-cara seperti itu jangan dibiarkan berkembang," ujar Ketua PP Muhammadiyah Haedar Nashir saat dihubungi Rakyat Merdeka Online sesaat lalu (Kamis, 5/8).

Hal itu ia katakan, saat dimintai tanggapan, terkait dengan rencana sebuah komunitas gereja di Amerika Serikat, Dove World Outreach Center, yang menginisiasi 'Hari Pembakaran Al Quran Internasional' sebagai bentuk memperingati 9 tahun tragedi serangan 11 September 2001.

Dia melihat, rencana aksi pembakaran Al-Quran itu merupakan sisi lain dari respons masyarakat AS dan Eropa terhadap Islam setelah kejadian penyerangan menara World Trade Center (WTC) sembilan tahun silam. Kerana umum diketahui, setelah insiden tersebut, ada blessing in disguise, itu banyak orang Amerika berbondong-bondong belajar ingin mengetahui Islam.

"Nah itu respons dari sisi kedua tadi. Yaitu, bentuk dari islamphobia, pandangan yang cemas dan pandangan yang negatif. Lalu diletupkan lewat gerakan seperti itu," ujarnya. [zul]

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA