Salah satu investor yang sudah menyatakan hengkang adalaah PT Tirta Investama dalam pembangunan pabrik air minum dalam kemasan di Padarincang, Kabupaten Serang, Banten. pemilik merek dagang Aqua Danone ini memilih hengkang dan menghentikan seluruh kegiatan bisnisnya di daerah tersebut menyusul aksi demonstrasi yang berujung tindak kekerasan dan anarkis di lokasi proyek pembanguan pabrik air minum dalam kemasan (AMDK).
Menurut media, perusahaan yang berafiliasi dengan Danone, Perancis ini menilai situasi sosial yang berkembang tak lagi kondusif untuk berinvestasi. Kendati perusahaan telah memenuhi perijinan, melakukan program-program CSR sebelum pembangunan, melakukan pendekatan dengan masyarakat sekitar, melakukan pengkajian mendalam dengan melibatkan ahli independen. Kondisi tersebut membuat PT Tirta Investama mengalihkan fokus pengembangan bisnisnya ke daerah lain yang lebih kondisif.
Sekali lagi bukti bahwa pemerintah gagal melindungi Investor. Sudah seharusnya pemerintah pusat mengambil jalan terbaik agar iklim investasi di Indonesia menjadi lebih menarik lagi. Bagi daerah, kondisi seperti ini seharusnya bisa disikapi secara proaktif. Selain tidak sejalan dengan upaya promosi terhadap kemudahan investasi yang selama ini dikedepankan.
Fakta ini juga kontraproduktif dengan semangat kunjungan Menteri Ekonomi Perancis beserta rombongan para pengusaha negara itu yang baru saja pulang dari negara ini, untuk membawa misi investasi. Atau jangan-jangan kedatangan Menteri Ekonomi Perancis Christine lagardethis yang menemui Menko Ekuin Hatta Rajasa juga merupakan reaksi mereka atas adanya kegagalan investasi perusahaan AMDK itu, mengingat perusahaan terafiliasi dengan induk mereka Danone Internasional.
Jangan sampai pemerintah pusat mati-matian menjaring investor, namun praktek raja-raja kecil di daerah tidak mendukung upaya tersebut.
Muhammad Donk GhanieJl. Swadaya No. 8 RT 01/02, Bintaro, Jakarta Selatan