Menurut Amir, pertemuan kedua tokoh tersebut berpotensi membuka peta politik baru. Terlebih, persoalan Wapres Gibran Rakabuming Raka telah berkembang menjadi perdebatan mengenai konstitusi, legitimasi politik, dan tanggung jawab pejabat negara.
Amir menilai Prabowo perlu mendengarkan aspirasi masyarakat yang menginginkan adanya evaluasi terhadap posisi Gibran sebagai Wakil Presiden.
“Jika pertemuan Prabowo dan Megawati terjadi, itu bisa membuka peta politik baru. Ada dorongan masyarakat agar persoalan Gibran ditindaklanjuti melalui mekanisme konstitusional. Prabowo harus mendengarkan aspirasi tersebut,” kata Amir, dikutip Selasa 3 November 2026.
Lebih jauh, Amir meminta Prabowo melakukan pembenahan terhadap jajaran pemerintahan, termasuk kabinet dan pejabat setingkat menteri yang menurut penilaiannya masih memiliki keterkaitan dengan kekuatan politik pemerintahan sebelumnya.
Amir berpendapat, Prabowo perlu menunjukkan bahwa pemerintahan yang dipimpinnya memiliki arah dan agenda sendiri, bukan berada dalam bayang-bayang kekuasaan sebelumnya.
“Prabowo harus berani melakukan pembersihan politik terhadap pengaruh rezim lama. Kabinet dan pejabat setingkat menteri harus dievaluasi. Pemerintahan sekarang harus memiliki karakter, arah, dan keberanian mengambil keputusan sendiri,” kata Amir.
BERITA TERKAIT: