Ketua Umum Badko HMI Sumut Muhammad Yusril Mahendra Butar Butar, menilai inisiatif di bawah kepemimpinan Kapolrestabes Medan Kombes Pol Jean Calvijn Simanjuntak ini menandai pergeseran paradigma pemolisian dari yang semula cenderung represif menjadi pencegahan berbasis pemberdayaan masyarakat.
"Program Poliran membuktikan kepolisian hadir menjawab persoalan sosiologis, khususnya pengangguran yang kerap menjadi faktor pemicu kerawanan sosial dan tindak kejahatan," ujar Yusril dalam keterangan tertulis, Senin 2 November 2026.
Program Poliran dirancang untuk mendata, membina, dan memfasilitasi masyarakat usia produktif termasuk kelompok rentan agar memperoleh akses pelatihan keterampilan hingga penempatan kerja formal.
Berdasarkan rincian capaian program, Penyaluran Tenaga Kerja, Polrestabes Medan mencatat sebanyak 94 pencari kerja telah berhasil dijembatani untuk masuk ke berbagai sektor industri dan pelaku usaha di Kota Medan dan sekitarnya.
Kemitraan Strategis Program ini mengusung konsep link and match melalui kolaborasi bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Medan serta Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) guna memastikan pelatihan berbasis sertifikasi dan jaminan penyerapan kerja.
Dampak program juga mulai tampak pada kondisi keamanan wilayah. Seiring intensifnya pendataan dan pelatihan, keterlibatan pemuda dalam kelompok geng motor dan kejahatan jalanan (begal) di sejumlah titik rawan dilaporkan menunjukkan tren penurunan signifikan.
Yusril menegaskan bahwa langkah Polrestabes Medan ini sejalan dengan prinsip community policing (pemolisian masyarakat) modern.
"Di mana penegakan hukum berjalan selaras dengan upaya preventif dan restoratif," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: