Pantauan di kanal YouTube Sekretariat Presiden, Prabowo tiba sekitar pukul 14.15 WIB dengan mengenakan baju safari berwarna krem.
Dia berjalan berdampingan dengan Menko Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia, Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM Rosan Roeslani, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi, serta Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya.
Setibanya di tenda peresmian, Prabowo langsung menyapa dan menyalami sejumlah pejabat yang hadir. Di antaranya Menteri Koperasi Ferry Juliantono, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, serta Kepala BAKOM RI Angga Raka Prabowo.
Rangkaian acara kemudian dilanjutkan dengan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya dan pembacaan doa.
Setelah itu, Presiden Prabowo dijadwalkan memberikan pidato arahan dan meresmikan groundbreaking Program PLTS 100 GWp.
Mensesneg Prasetyo Hadi sebelumnya mengatakan program tersebut merupakan langkah strategis untuk memperkuat kemandirian energi sekaligus mengurangi ketergantungan Indonesia terhadap energi fosil.
“Program ini merupakan bagian dari Program Kerja Prioritas Nasional Klaster Kemandirian Energi dan Air, yang diarahkan untuk memperkuat kemandirian dan ketahanan energi nasional serta mengurangi ketergantungan terhadap energi fosil," ungkapnya dalam keterangan tertulis, Senin pagi.
Prabowo telah menginstruksikan percepatan pembangunan PLTS 100 GWp agar dapat diselesaikan pada 2029. Program tersebut diperkirakan mampu menciptakan efisiensi biaya listrik hingga Rp73,9 triliun per tahun.
Pada 2026, pemerintah menargetkan pembangunan 30 GWp PLTS sekaligus menghentikan operasional 13 GWp pembangkit listrik tenaga diesel (PLTD).
Indonesia sendiri memiliki potensi energi surya sekitar 3.294 GWp. Namun, kapasitas PLTS terpasang hingga April 2026 baru mencapai sekitar 1,5 GWp.
Pembangunan PLTS 100 GWp akan dilakukan secara bertahap, yakni Tahap I sebesar 17 GWp, Tahap II 18 GWp, dan Tahap III 30 GWp.
Prasetyo mengatakan program tersebut juga diproyeksikan menjadi mesin pertumbuhan ekonomi baru melalui investasi pembangkit, baterai, dan jaringan, penguatan industri solar PV dalam negeri, serta penciptaan lapangan kerja hijau.
"RUPTL 2025-2034 diproyeksikan menciptakan sekitar 1,7 juta lapangan pekerjaan, lebih dari 760 ribu di antaranya berpotensi menjadi green jobs," kata dia.
BERITA TERKAIT: