Dalam pelantikan itu, Megawati mengambil sumpah Diah Pikatan Orissa Putri Haprani atau Pinka Haprani sebagai Ketua Umum Taruna Merah Putih (TMP), Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi), serta melantik kembali Andi Widjajanto sebagai Kepala Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025-2030.
Dalam kesempatan itu, Megawati didampingi Ketua DPP PDIP sekaligus Ketua DPR RI, Puan Maharani dan Sekretaris Jenderal DPP PDIP Hasto Kristiyanto.
Sebelum prosesi pengambilan sumpah dimulai, Megawati terlebih dahulu memastikan kesiapan para pimpinan organisasi sayap dan badan partai yang akan dilantik.
“Sebelum mengucapkan janji jabatan, saya mau menanyakan dulu. Ini betul-betul bersiap atau tidak?” tanya Megawati.
“Betul?” lanjut Megawati.
“Betul,” jawab calon pimpinan yang akan dilantik serempak.
Megawati kemudian memimpin pembacaan janji jabatan secara bergantian, dimulai dari Pinka Haprani bersama seluruh jajaran pengurus Taruna Merah Putih.
Pinka dipercaya memimpin TMP, organisasi sayap kepemudaan PDIP yang menjadi salah satu wadah kaderisasi politik bagi generasi muda dari berbagai latar belakang. Di dalam kepengurusannya terdapat tokoh-tokoh muda seperti Patria Ginting, mantan Ketua BEM UI, Melki Sedek dan jurnalis Pangeran Siahaan.
Prosesi berikutnya dilanjutkan dengan pelantikan Nasyirul Falah Amru sebagai Ketua Umum PP Baitul Muslimin Indonesia (Bamusi) beserta jajaran pengurusnya. Bamusi merupakan organisasi sayap PDIP yang bergerak dalam bidang keagamaan Islam.
Setelah memimpin pengambilan sumpah, Megawati meminta seluruh jajaran Bamusi segera bekerja keras menjalankan tugas organisasi.
“Telah selesai dan dengan demikian maka saudara-saudara sekalian telah menjadi anggota yang namanya DPP Baitul Muslimin Indonesia atau Bamusi. Dan saya berharap bekerjalah dengan keras,” kata Megawati.
Pelantikan kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah Andi Widjajanto atau akrab disapa AW bersama jajaran pengurus Badan Riset dan Analisis Kebijakan (BARAK) Pusat PDIP masa bakti 2025?"2030.
Andi kembali dipercaya Megawati memimpin BARAK yang memiliki tugas antara lain membangun pusat data partai, melakukan kajian terhadap proses legislasi nasional, merumuskan kebijakan berbasis ideologi kerakyatan, serta menyiapkan evaluasi dan transformasi organisasi partai.
Dalam pengantarnya sebelum pembacaan janji jabatan Andi dan jajaran, Megawati menekankan pentingnya riset berbasis sains dalam tubuh partai politik. Menurut Presiden Kelima RI itu, partai politik tidak boleh berjalan tanpa pijakan riset yang matang.
“Sering kali orang berpikir kalau partai itu tidak memerlukan riset-riset. Padahal menurut saya, partai itu merupakan sebuah gerakan, riset itu adalah untuk sains,” ujarnya.
Megawati juga menyoroti persoalan pengangguran di kalangan tenaga terdidik dan akademisi di Indonesia. Ia meminta badan riset partai untuk ikut membedah persoalan tersebut sekaligus mencari akar masalah dan solusinya.
“Beberapa hari ini saya membaca di koran bahwa justru yang namanya orang-orang pintar kita itu tidak mempunyai pekerjaan sampai jumlahnya sedih sendiri melihat berita, katanya 1 juta. Ini saya sedang suruh untuk membedah sebetulnya apa alasannya tidak bisa kerja dan mengapa terjadi seperti itu,” tegas Presiden ke-5 RI itu.
Megawati mengingatkan bahwa keberadaan badan riset merupakan salah satu instrumen penting bagi partai untuk memberikan kontribusi terhadap penyelesaian berbagai persoalan bangsa. Karena itu, ia meminta seluruh jajaran yang baru dilantik untuk segera bergerak dan menghasilkan kerja nyata.
Megawati juga memberi pengarahan kepada seluruh pengurus yang baru dilantik yang intinya meminta mereka untuk bekerja keras dan menjaga jati diri sebagai kader PDIP.
"Saya ingin menitipkan satu pesan yang sangat penting kepada seluruh kader dan seluruh Sayap dan Badan Partai: Setialah pada sumbermu. Dan sumber kekuatan kita adalah rakyat. Jangan pernah jauh dari rakyat. Dengarkan suara rakyat. Rasakan denyut kehidupan rakyat. Hadir ketika rakyat menghadapi kesulitan. Berdiri bersama rakyat ketika rakyat membutuhkan pembelaan. Sebab, Partai yang kehilangan hubungan dengan rakyat, pada hakikatnya telah kehilangan sumber kekuatannya sendiri," ucap Megawati menutup pengarahannya.
Senada dengan itu, Sekjen DPP PDIP Hasto Kristiyanto mengatakan pelantikan pimpinan organisasi sayap dan badan partai tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi internal PDIP.
Menurut Hasto, organisasi sayap dan badan partai memiliki peran strategis dalam meningkatkan kedisiplinan organisasi, memperkuat kaderisasi, sekaligus memastikan seluruh elemen partai aktif turun dan bekerja bersama masyarakat.
“Organisasi sayap dan badan partai agar fokus mendampingi dan menjadi bagian dari solusi atas persoalan sehari-hari masyarakat serta menyelaraskan gerak langkahnya dengan struktur partai,” kata Hasto.
Hasto menekankan bahwa organisasi sayap bukan sekadar kelengkapan struktur partai. Keberadaannya diharapkan mampu memperluas jangkauan kerja kerakyatan PDIP sekaligus menjadi ruang kaderisasi sesuai bidang dan basis sosial masing-masing.
Sementara badan partai, khususnya BARAK, diharapkan memperkuat tradisi pengambilan keputusan dan perumusan kebijakan berbasis data, riset, serta analisis terhadap berbagai persoalan strategis yang dihadapi masyarakat dan bangsa.
BERITA TERKAIT: