Lulusan Sekolah Rakyat Langsung Direkrut jadi Karyawan ESQ

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-satryo-1'>AHMAD SATRYO</a>
LAPORAN: AHMAD SATRYO
  • Jumat, 26 Juni 2026, 16:51 WIB
Lulusan Sekolah Rakyat Langsung Direkrut jadi Karyawan ESQ
Wakil Menteri Sosial RI Agus Jabo Priyono menghadiri penyerahan secara simbolis dukungan beasiswa dan peluang kerja ESQ Group kepada Program Sekolah Rakyat di ICE BSD City, Tangerang, Sabtu, 20 Juni 2026. (Foto: Dok. Kemensos)
rmol news logo Komitmen nyata dalam mendukung pengembangan sumber daya manusia (SDM) Indonesia ditunjukkan oleh ESQ Group dengan memberikan puluhan beasiswa kuliah hingga peluang kerja kepada para siswa Sekolah Rakyat.

Belum lama ini ESQ Group menyerahkan 35 beasiswa kuliah di Universitas Ary Ginanjar (UAG) dan ESQ Business School khusus untuk siswa Sekolah Rakyat. Tidak hanya itu, tujuh siswa terpilih juga langsung dinyatakan diterima bekerja di lingkungan ESQ Group setelah melalui proses pemetaan bakat.

Wamensos Agus Jabo Priyono menegaskan, Sekolah Rakyat merupakan salah satu program prioritas Presiden Prabowo Subianto yang bertujuan untuk memutus transmisi kemiskinan ekstrem di Indonesia melalui jalur pendidikan.

"Saya memberikan penghormatan yang setinggi-tingginya kepada saudara-saudara semua yang sudah mengantarkan anak-anak bersekolah di Sekolah Rakyat. Sekolah Rakyat adalah program Bapak Presiden Prabowo Subianto untuk memutus transmisi kemiskinan," ujar Agus Jabo dalam keterangan tertulisnya, Jumat, 26 Juni 2026.

Agus Jabo menilai, program ini memberikan jembatan emas bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu untuk menata masa depan dan mendongkrak kesejahteraan keluarga mereka. Ia pun menyampaikan apresiasi tinggi kepada Ary Ginanjar yang sejak awal mengawal inisiasi program ini.

"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada Pak Ary Ginanjar yang sudah mengawal sejak awal berdirinya Sekolah Rakyat," ungkapnya.

Sementara itu, Pendiri ESQ Group, Ary Ginanjar mengungkapkan dukungannya terhadap anak-anak kurang mampu didasari oleh latar belakang keluarganya sendiri di masa lalu.

"Ayah saya dahulu lahir tanpa pernah mengenal ayahnya. Saat beliau berusia tujuh tahun, ibunya meninggal dunia. Setiap kali saya melihat anak-anak kurang mampu, hati saya selalu tergerak," tutur Ary.

Sebagai bagian dari pengembangan kompetensi, para siswa Sekolah Rakyat yang hadir juga difasilitasi untuk mengikuti Tes DNA Talent guna mengenali potensi diri berbasis teknologi kecerdasan buatan (AI).

Salah satu penerima beasiswa asal SRMA 9 Jakarta Timur, Nurholis Fauzi mengaku bersyukur mendapat kesempatan berharga ini untuk melanjutkan studi di Program Sastra Inggris UAG.

"Saya mewakili teman-teman mengucapkan terima kasih atas kesempatan mengikuti tes DNA talent secara gratis. Ini membantu kami lebih mengenal potensi diri dan menambah rasa percaya diri," pungkasnya. rmol news logo article
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
EDITOR: DIKI TRIANTO

FOLLOW US

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari RMOL.ID di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

ARTIKEL LAINNYA