DPR RI: Israel Lagi-lagi Tunjukkan Sikap Arogan

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Selasa, 19 Mei 2026, 17:11 WIB
DPR RI: Israel Lagi-lagi Tunjukkan Sikap Arogan
Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat. (Foto: Istimewa)
rmol news logo Tindakan militer Israel yang menangkap sejumlah warga negara Indonesia (WNI) bersama warga Negara lainnya yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza, Palestina, menciderai prinsip HAM.

Ketua Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI Syahrul Aidi Maazat mengecam tindakan tersebut. Menurutnya, tindakan Israel merupakan tindakan yang tidak dapat dibenarkan dan mencederai prinsip-prinsip hukum internasional.

“Mereka bukan kombatan, melainkan relawan kemanusiaan dan jurnalis yang membawa pesan solidaritas kemanusiaan dunia,” tegas Syahrul Aidi Maazat kepada wartawan, Selasa 19 Mei 2026.

Berdasarkan informasi yang diterima, lima WNI ditangkap saat kapal mereka diintersep militer Israel di perairan Mediterania. 

Mereka yakni aktivis Andi Angga di kapal josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di kapal Bolarize serta tiga negara WNI di kapal Ozgurluk yakni jurnalis TV Tempo andre Prasetyo, Jurnalis Republika Thoudy Badai fan jurnalis INews Heru Rahendro. 

Syahrul menilai tindakan Israel tersebut semakin menunjukkan watak represif dan pengabaian terhadap hukum humaniter internasional di tengah krisis kemanusiaan yang terus memburuk di Gaza.

“Israel kembali mempertontonkan tindakan arogan terhadap warga sipil internasional yang membawa bantuan dan solidaritas kemanusiaan. Dunia internasional tidak boleh diam terhadap tindakan semacam ini,” lanjutnya.

BKSAP DPR RI juga mendesak Pemerintah Indonesia, khususnya Kementerian Luar Negeri RI, untuk segera mengambil langkah diplomatik maksimal guna memastikan keselamatan dan pembebasan seluruh WNI yang ditangkap.

“Kami meminta pemerintah bergerak cepat melalui jalur diplomatik internasional, termasuk melibatkan PBB, organisasi kemanusiaan internasional, dan negara-negara sahabat agar seluruh WNI dapat segera dibebaskan dan dipulangkan dengan selamat,” pungkasnya.rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA