Direktur ABC Riset & Consulting Erizal menilai Golkar melalui ketua umum Bahlil Lahadalia, bersikap seperti itu karena partai beringin sudah "diijon" jauh hari untuk mendukung Prabowo-Gibran dua periode.
"Ini bukti loyalitas Bahlil terhadap Jokowi," kata Erizal dikutip dari akun Facebook pribadinya, Minggu 15 Februari 2026.
Selain itu, di mata Erizal, bisa jadi juga sudah ada kata sepakat antara Golkar dan Presiden Prabowo.
"Artinya siapa pun yang akan dipilih sebagai Cawapres, Golkar siap mendukung asal kursi menteri Golkar tetap aman dan kalau bisa bertambah, kalau nanti ada reshuffle kabinet," kata Erizal.
Berikutnya, kata Erizal, Golkar tak mau ikut-ikutan partai lain bahwa memang soal Pilpres masih terlalu jauh.
"Golkar fokus dengan agenda konsolidasi partai dan menyukseskan pemerintahan Prabowo-Gibran. Bukan hendak jadi Cawapres Prabowo," kata Erizal.
BERITA TERKAIT: