Menurut laporan resmi, audiensi berlangsung sejak pukul 18.50 hingga 22.00 WIB, berjalan dalam suasana hangat dan penuh semangat kebersamaan.
Selama hampir tiga jam, Prabowo dan para pengusaha berdiskusi intensif serta bertukar pandangan mengenai kondisi ekonomi nasional dan tantangan dunia usaha ke depan.
Di hadapan 22 pengusaha anggota APINDO, Prabowo menegaskan bahwa pembangunan industri tidak boleh lepas dari kepentingan rakyat. Industrialisasi, menurutnya, harus menjadi instrumen utama untuk menyerap tenaga kerja dan memperkuat fondasi ekonomi nasional.
“Pembangunan industri harus memberikan manfaat nyata bagi rakyat, membuka lapangan kerja seluas-luasnya, dan memperkuat kemandirian bangsa,” kata Prabowo.
Prabowo juga menekankan pentingnya semangat Indonesia Incorporated, yakni kolaborasi erat antara pemerintah, dunia usaha, dan seluruh pemangku kepentingan guna meningkatkan daya saing nasional serta mempercepat pembangunan ekonomi yang inklusif.
Lebih jauh, Prabowo mendorong pengembangan sektor-sektor riil yang memiliki daya serap tenaga kerja besar, seperti industri tekstil, garmen, sepatu, dan mebel.
Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya penguatan industri makanan dan minuman, perikanan, peternakan, serta UMKM sebagai tulang punggung ekonomi rakyat.
Para pengusaha APINDO yang hadir menyatakan komitmen untuk mendukung visi dan misi Presiden Prabowo, terutama dalam upaya pengentasan kemiskinan, peningkatan kualitas gizi dan pendidikan anak bangsa, serta mendorong industrialisasi yang berorientasi pada kepentingan negara dan kesejahteraan rakyat.
Sejumlah pejabat pemerintah yang Hadi di antaranya Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi, kemudian ada pula Kepala Badan Komunikasi Pemerintah RI Angga Raka Prabowo, dan Asisten Khusus Presiden Republik Indonesia Bidang Komunikasi dan Analisa Kebijakan Dirgayuza Setiawan.
Sementara itu, dari pihak APINDO diwakili oleh sejumlah anggota dan pengurusnya, termasuk Ketua Umum Apindo Shinta Widjaja Kamdani, dan ada pula Ketua Dewan Pertimbangan Apindo Sofjan Wanadi, yang merupakan pendiri dan pemilik Santini Group.
BERITA TERKAIT: