Sindiran tersebut disampaikan Prabowo saat memberikan pidato dalam Perayaan Natal Nasional 2025, di Tenis Indoor Senayan, Jakarta, Senin, 5 Januari 2026.
Prabowo mengaku kerap menemukan berbagai narasi spekulatif yang berkembang di ruang publik, khususnya melalui podcast dan diskusi publik, yang mengklaim mengetahui kondisi batin dan sikap politik dirinya.
“Jadi saya lihat ada pakar-pakar yang selalu mengerti pikiran Prabowo Subianto. Jadi kadang-kadang kalau saya mau cek kira-kira apa yang dipikirkan Prabowo Subianto, saya cari podcast,” ujar Prabowo disambut tawa hadirin.
Ia menyebut, narasi yang dibangun para pakar tersebut sering kali tidak berdasar dan justru memicu kegaduhan. Menurut Prabowo, isu-isu seperti konflik internal yang dilekatkan kepadanya sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan.
“Kira-kira apa ya yang sedang dipikirkan oleh Prabowo? Ngarang itu dia. ‘Prabowo sedang konflik internal dengan ini, nanti dengan itu’. Senangnya ramai, gaduh, padahal nggak ada saudara-saudara,” tegasnya.
Dalam pidatonya, Prabowo kemudian menekankan pentingnya persatuan nasional sebagai syarat utama Indonesia bisa menjadi negara maju dan sejahtera.
“Pakar-pakar geopolitik mengatakan bangsa Indonesia ini akan menjadi bangsa keempat terkaya di dunia. Tapi ada, ada syaratnya. Syaratnya apa? Terutama apabila elitnya bisa bekerja sama,” ujarnya.
BERITA TERKAIT: