"Karena ABB (Abu Bakar Ba'asyir) dianggap tokoh yang punya
track record panjang di dunia terorisme," kata Kriminolog dari Universitas Indonesia (UI), Tegar Bimantoro dalam keterangan resmi pada Kamis 2 September 2025.
Tegar melihat pelabelan tokoh yang dianggap radikal bisa jadi sebenarnya hanya memiliki pandangan kritis saja. Tetapi karena dilabeling sebagai ancaman, maka ia kemudian benar-benar menginternalisasi peran radikal tersebut.
Tegar menilai, Jokowi selaku Presiden ke-7 RI menunjukkan sebuah nilai universal yang mana silaturahmi tidak hanya terbatas pada sesama agama, tetapi juga sesama manusia.
"Bisa jadi Jokowi jadi jembatan lintas budaya, agama, dan bangsa, sehingga mampu mencegah radikalisme dan memperkuat perdamaian," kata Tegar.
Jadikan RMOL.ID sumber pilihan pencarian Google
BERITA TERKAIT: