Meski begitu, Menteri Koperasi Budi Arie Setiadi memandang efisiensi anggaran bukanlah penghambat pelaksanaan program-program ke depan.
"Program-program Kemenkop harus tepat sasaran," kata Menkop, saat Rapat Kerja (Raker) dengan Komisi VI DPR RI, di Komplek Parlemen, Jakarta, Rabu 12 Februari 2025.
Menkop menilai langkah efisiensi ini untuk mematangkan perencanaan sehingga tidak
over budget. Efisiensi harus dipandang sebagai cara, sedangkan untuk tujuan harus tetap efektif.
"Program tidak terganggu, termasuk dampak ke masyarakat. Tetapi, memang, pencapaiannya perlu kita evaluasi," sambungnya.
Lebih lanjut Budi Arie membeberkan sejumlah tantangan yang dihadapi Kementerian Koperasi. Mulai dari regulasi perkoperasian yang sudah kurang relevan, koperasi belum menjadi pilihan utama masyarakat, dan kompetensi SDM yang masih perlu regenerasi dalam pengelola koperasi.
Selanjutnya, masih rendahnya kemampuan koperasi dalam adaptasi dan inovasi digital, terbatasnya akses pendanaan dan nilai tambah produk, hingga rendahnya kumulatif aset koperasi dan kontribusi koperasi pada perekonomian nasional.
"Saat ini, baru 29,8 juta masyarakat Indonesia yang berkoperasi. Kami menargetkan dalam waktu yang tidak terlalu lama bisa dua kali lipat," tandas Budi Arie.
BERITA TERKAIT: