Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi memimpin langsung delegasi Indonesia, jelang pemilihan anggota dewan IMO yang akan digelar di London, Inggris.
Pencalonan kembali sebagai anggota dewan IMO merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan eksistensi dan peran aktif Indonesia di kancah internasional, serta memperkuat visi untuk menjadi poros maritim dunia.
Hal ini juga sejalan dengan arah kebijakan dan strategi pemerintah Indonesia yang tercantum dalam RPJMN 2020-2024.
Pada Senin (27/11) hingga Rabu (29/11), Budi Karya akan memimpin sejumlah kegiatan di London. Di antaranya resepsi diplomatik dan pertemuan bilateral dengan sejumlah negara, dalam rangka menyukseskan pencalonan kembali Indonesia sebagai anggota dewan IMO Kategori C periode 2024-2025.
Dikatakan Budi Karya, Indonesia harus bisa meraih minimal 89 suara dari negara-negara anggota IMO yang berjumlah total 175 negara, agar berhasil masuk menjadi anggota dewan IMO.
Pada pemilihan periode 2022-2023 lalu, Indonesia berhasil mendapatkan 127 suara.
"Dengan komitmen nyata yang telah kami tunjukkan selama ini untuk mengembangkan sektor maritim global yang berkelanjutan, kami yakin negara-negara lain akan mendukung dan memberikan suaranya untuk Indonesia," ujar Budi Karya dalam keterangan tertulis, Selasa (28/11).
Adapun resepsi diplomatik akan diselenggarakan pada Selasa (28/11), yang akan melibatkan delegasi dari sejumlah stakeholder terkait sebagai tim lobby pemenangan Indonesia.
"Saya meminta kepada seluruh delegasi yang ditugaskan, untuk berpartisipasi aktif dalam upaya menggalang dukungan dan mendapatkan suara dari negara lain," pungkas Budi Karya.
BERITA TERKAIT: