Kekecewan itu disampaikan Ketua Front Kader Penyelamat PPP, Syaiful Rachmat Basuki saat kembali menggelar aksi di depan Kantor DPP PPP, Jalan Diponegoro, Jakarta, Senin siang (11/7).
“Ini aksi keenam kami, yang merupakan keprihatinan terhadap sikap arogansi Suharso selaku Ketua Umum DPP PPP,†ujar Syaiful Rachmat Basuki.
Menurutnya, selama ini Suharso tidak bisa menjalankan partai sesuai dengan konstitusi Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART).
Dia menegaskan, jika memang tidak mampu menjalankan aturan internal PPP, sebaiknya Suharso menanggalan jabatannya sebagai ketua umum.
“Kalau Suharso tidak bisa menjalankan partai ini, lebih baik mundur. Hal ini tentunya sangat bisa menghancurkan partai, apalagi jika menjalankannya secara otoriter dan arogansi,†katanya.
Syaiful menegaskan akan terus menuntut hak-hak kader partai melalui aksi-aksi lanjutan. Karena sejauh ini, belum ada mediasi yang terlaksana dari pihak DPP PPP.
“Belum ada mediasi sampai dengan hari ini. Maka, kami akan tetap menuntut hak-hak kita,†tekannya.
Adapun hak-hak kader yang dimaksudkan dia, adalah hilangnya hak kader dalam susunan kepengurusan wilayah. Padahal sebelumnya, susunan kepengurusan sudah melalui musyawarah.