Indonesia sendiri berkomitmen untuk mengurangi emisi rumah kaca (GRK) sebanyak 29 persen melalui usaha sendiri atau 41 persen dengan dukungan internasional pada tahun 2030.
Targetnya yakni mencapai net zero emission pada tahun 2060 atau lebih awal. Oleh karena itu, pentingnya bagi semua negara untuk menindaklanjuti Pakta Iklim Glasgow tahun lalu menuju COP27 di Sharm El Sheikh, Mesir tahun ini.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto mengatakan, Indonesia berupaya membangun perdagangan dan investasi yang lebih kuat berdasarkan prinsip-prinsip berkelanjutan melalui model ekonomi hijau dan biru, serta dengan keterlibatan dan kemitraan sektor swasta.
"Model kemitraan ini juga diterapkan dalam pembangunan proyek-proyek infrastruktur,†kata Menko Airlangga dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (16/4).
Menko Airlangga menyampaikan, ada tiga prioritas Indonesia dalam Presidensi G20, yakni penguatan arsitektur kesehatan global, transformasi ekonomi digital, dan transisi energi.
Presidensi G20 Indonesia sendiri merupakan kesempatan berharga bagi Indonesia untuk turut serta mengelola masa depan global. Dengan sifatnya yang informal membuat Forum G20 menjadi lebih fleksibel dibandingkan dengan forum lain yang lebih mengikat.
“Saya juga ingin menekankan jaminan dan komitmen berkelanjutan untuk memperkuat lingkungan bisnis dan iklim investasi agar bisnis berkembang,†tutup Airlangga yang juga Ketua Umum Partai Golkar ini.
BERITA TERKAIT: