Konflik baru itu, sambungnya, tentu akan menghadirkan tekanan ekonomi dunia pasca hantaman pandemi.
“Langkah diplomasi dan dialog harus diutamakan bagi upaya resolusi konflik dan pengelolaan perdamaian global. Kita berharap para major powers, khususnya Rusia, dan juga AS serta negara-negara NATO dan Uni Eropa yang juga duduk di Dewan Keamanan PBB, agar dapat menahan diri,†sambungnya lewat akun Twitter pribadi, Minggu (27/2).
Putra sulung Presiden keenam RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) itu berharap negara-negara dengan kekuatan besar bisa menjadi contoh bagaimana menjaga dan merawat perdamaian dunia.
“Satu nyawa sangatlah berharga. Selamatkan, jangan saling menghancurkan!†tegasnya lagi.
Sementara bagi pemerintah Indonesia, AHY berharap agar penyelamatan WNI di Ukraina menjadi prioritas utama. Indonesia sebagai Presidensi G-20 juga harus turut aktif mendorong agenda kerja diplomatik multilateral.
“(Tujuannya), mengurai akar konfliktual Rusia-Ukraina, serta mewujudkan perdamaian dunia,†demikian AHY.
BERITA TERKAIT: