Bahkan di antara warga yang ditangkap aparat, dikabarkan pula aktivis sekaligus seniman Yayak Yatmika ikut diamankan.
“Bebaskan seniman besar Yayak Yatmika dan rakyat Wadas," tegas Rizal Ramli kepada redaksi, Rabu (9/2).
Aksi penangkapan terhadap warga yang memprotes pembangunan Bendungan Bener, yang salah satunya adalah penambangan quarry (batu andesit) dinilai sebagai upaya perampasan hak-hak masyarakat untuk tinggal di tanahnya sendiri.
Apalagi, Wadas disebut juga sebagai "Tanah Surga" yang memiliki banyak kekayaan alam di dalamnya.
Namun pembangunan tersebut justru mengesankan pemerintah lebih berpihak kepada investor, dibanding rakyatnya sendiri.
"Petani yang hanya ingin hidup damai dirampas hak-haknya hanya untuk menyenangkan investor pertambangan. Negara wajib melindungi rakyat, bukan merampas hak-haknya untuk membela investor!" tutupnya.
BERITA TERKAIT: