Demikian pandangan Wakil Ketua Laziznu Ubedillah Amin Moch merespons keputusan Koordinator PPKM Jawa Bali Luhut Binsar Pandjaitan yang membatalkan PPKM level 3.
Menurut pria yang karib disapa Ubedillah ini, pemerintah tidak akan gegabah mengambil keputusan. Apalagi sudah belajar dari munculkan varian delta pada pertengahan tahun 2021.
Saat masa Nataru 2021 kata Ubed, adalah momen bagi masyarakat mengaktifkan kegiatan ekonomi, pariwisata dan ekonomi kreatif. Dengan demikian, pemulihan ekonomi nasional bisa pulih kembali.
"Natal dan tahun baru merupakan momen liburan masyarakat, dan momen dimana kegiatan ekonomi khususnya sektor pariwisata dan ekonomi kreatif bisa pulih kembali," demikian kata Ubed kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (8/12).
Ia berpendapat, tidak tepat jika kebijakan pembatalan PPKM dikaitkan dengan agama. Spekulasi yang berkembang, pemerintah saat idul fitri menerapkan PPKM sedangkan sata natal dan tahun baru tidak.
Ubed melihat kondisi saat idul fitri tidak bisa disamakan dengan saat ini. Saat itu, jelas Ubed, masyarakat yang tervaksin rendah dan munculnya varian baru.
"Memang masyarakat kita masih rendah yang divaksin, dan secara fakta di lapangan memang penularan varian delta sedang gila-gilanya," jelas Ubed.
Ia menambahkan, data vaksinasi tahap pertama Jawa Bali saat ini sudah mencapai 76 persen, sedangkan vaksinasi tahap kedua 50 persen.
BERITA TERKAIT: