"Saya kira tidak ada pilihan lain. Tidak ada gunanya berharap kepada orang lain pada Pilkada akan datang," kata Ketua DPC Gerindra Kabupaten Karawang, Ajang Sopandi, melalui sambungan telepon seluler, Minggu (21/11).
Ajang meyakini, Partai Gerindra punya modal politik yang cukup dan memiliki kader-kader yang matang dalam berpolitik untuk bersaing dalam meperebutkan kursi Bupati Karawang.
Ajang mengaku kapok mengusung figur eksternal dalam pilkada.
"Mengusung kader eksternal punya kelemahan yakni tidak seberapa memberikan dampak positif untuk membesarkan partai " ujarnya, dikutip
Kantor Berita RMOLJabar.
Lebih lanjut Ajang mengatkan partainya mendorong kader-kader internalnya untuk mulai meningkatkan popularitas dan elektabilitas agar punya
bargaining position yang kuat saat berkoalisi di Pilkada Serentak 2024 mendatang.
Dengan bermodalkan politisi-politisi berpengalaman, Ajang optimistis mesin politik Gerindra pada 2024 bisa merebut posisi orang nomor satu di Kabupaten Karawang.
"Tidak ada alasan lain dan kita akan berusaha untuk menyiapkan," katanya.
Diakui Ajang, Partai Gerindra belum bisa mengusung pasangan sendiri dalam Pilkada mendatang, karena 8 kursi di DPRD Kabupaten Karawang hasil Pileg 2019 masih kurang dari 20 persen kursi parlemen yang disyaratkan aturan.
"Artinya, Partai Gerindra harus berkoalisi dengan partai politik lain agar kuota kursi pencalonan Pilkada bisa terpenuhi," pungkasnya.
Sejauh ini beberapa kader internal Gerindra sudah mulai dipantau. Seperti Gina Fadlia Swara (anggota DPRD Jabar), Endang Sodikin (Ketua Fraksi Gerindra dan Ketua Komisi II DPRD Karawang ), Danu Danuri (anggota DPRD Karawang), Dimyati (anggota DPRD Karawang), dan Ajang Sopandi selaku Wakil Ketua DPRD dan Ketua DPC Partai Gerinda Karawang.
BERITA TERKAIT: