Dia mengatakan, sebelum disebut-sebut dalam perkara pengadaan alat tes PCR yag juga melibatkan Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan, dirinya sempat didituduh mendapat keuntungan dari jualan vaksin Covid-19.
"Saya sering dituduh tanpa bukti," keluh Erick kepada Andy F Noya dalam sebuah program stasiun televisi swasta yang disiarkan kemarin dan dikutip
Kantor Berita Politik RMOL, Senin (15/11).
Erick memandang, kabar tentang dirinya yang tersiar di tengah-tengah publik saat ini hanyalah sebuah
framing yang sengaja dibuat sejumlah pihak untuk mengejar publisitas.
"Dan membangun persepsi negatif (tentang saya)," tuturnya.
Meski begitu, Erick Thohir memandang laporan yang dilayangkan sejumlah pihak ke Komisi Pemeberantasan Korupsi (KPK) dan juga sejumlah institusi penegak hukum lainnya akan dia ikuti secara seksama.
Bahkan, dirinya mengaku siap memenuhi panggilan jika memang dimintai keterangannya.
"Kita tunggu saja, bagaimanapun juga pengaduan memerlukan bukti. Jika dipanggil saya akan datang," demikian Erick.
BERITA TERKAIT: