Di satu sisi, Wakil Ketua Umum DPP Partai Gelora Fahri Hamzah menyebut pimpinan KPK dulu juga berorientasi menjadi presiden dan wakil presiden.
“Pegawainya berpolitik bersama LSM dan pimpinannya bermimpi jadi presiden atau wakil presiden. (Sekarang) masa itu sudah lewat!†tegasnya lewat akun Twitter pribadi sesaat lalu, Rabu (10/11).
Fahri Hamzah mengatakan bahwa KPK masa lalu selalu memanen decak kagum dan pujian. Tapi efek dari hal tersebut adalah kerusakan dan disharmoni sistem.
Prestasi mereka ada di dunia maya dan citra, tapi tidak ada dalam kenyataan. Hal ini memerlukan tranformasi mindset dan kemudian dirancang dalam revisi UU KPK.
Atas dasar itu, Fahri memohon kepada Ketua KPK Firli Bahuri untuk bisa memimpin dalam transformasi kerja sistemik.
“Mungkin saja senyap dan tak bisa lagi jadi tontonan kayak dulu. Memang bukan itu maksudnya. Masuklah ke jantung persoalan. Perbaiki sistem; supervisi, kordinasi, monitoring seperti amanah UU KPK,†tegasnya.
Dengan kerja seperti itu, Fahri yakin KPK akan jauh lebih baik, transparan, bertanggung jawab, prosedural dan paham bahwa kerja ini tidak memerlukan penggalangan opini untuk mempengaruhi persidangan.
“Kebenaran adalah kebenaran. Jaksa dan penyidik KPK makin percaya diri,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: