Menteri BUMN Erick Thohir secara khusus menjelaskan bahwa Indonesia sedang bekerjasama dengan Korea untuk berkomitmen perihal menciptakan perusahaan yang ramah lingkungan.
“Kita menyadari bahwa Korea salah satu negara yang memiliki budget besar dalam penelitian dan pengembangan di bidang ini,†ujar Erick saat menjadi pembicara kunci dalam webinar internasional bertema "Indonesia-Korea: Enhancing Special Strategic Partnership and Co-prosperity".
Webinar yang digelar The Korean Center of RMOL berlangsung secara hybrid dari Rumah Djan, Jalan Talang, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (2/11).
Selain dalam bidang energi terbarukan, Erick juga menginginkan kerjasama dengan Korea dalam bidang kesehatan dan farmasi. Hal itu dilakukan agar Indonesia mampu mandiri dalam memproduksi obat-obatan dan yang terkait dengan farmasi.
"Oleh karena itu, kita membuka untuk berkolaborasi oleh Korea dalam hal Farmasi untuk menguatkan farmasi domestik yang independen. Termasuk pengembangan vaksin yang menggunakan platform baru, dan biosimiliar,†ucapnya.
Tidak cukup sampai di situ, Erick menjelaskan bahwa Indonesia akan bekerjasama dengan Korea Selatan dalam hal produk herbal untuk kesehatan, demi kebutuhan farmasi dalam negeri.
"Kita juga membangkitkan dunia kesehatan dan kita ingin mengundang Korea sebagai kemitraan khusus agar menjadi kenyataan,†tutupnya.
BERITA TERKAIT: