Kedatangan mereka tak lain untuk menyampaikan beberapa tuntutan berkenaan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda.
"Adapun poin tuntutannya, pertama, Menpora harus transparan dalam keuangan dana pembinaan kepemudaan atau organisasi kepemudaan," kata Wakil Ketua Umum Gemura, Syafii Efendi dalam keterangan tertulisnya, Jumat (29/10).
Massa juga meminta Kemenpora adil dalam penyaluran anggaran pembinaan organisasi kepemudaan (OKP). Selain itu, sebagai kementerian yang membawahi pemuda Indonesia, kemenpora diminta memberi perhatian lebih kepada kaum muda, tidak hanya sebatas bidang olahraga.
Untuk mewujudkan keberpihakan dan perhatian kepada pemuda, maka Kemenpora perlu melakukan pembenahan. Salah satu yang disoroti massa adalah sektor Deputi Pengembangan Pemuda Kemenpora.
"Menpora harus segera ganti Deputi Pengembangan Pemuda, yakni Asrorun Niam Sholeh karena gagal paham dalam penerapan pembinaan kepemudaan," tegas Syafii Efendi.
Terakhir, massa meminta kepada Kemenpora untuk memberikan hak-hak kepemudaan/ organisasi kepemudaan kepada setiap organisasi. "Jangan disimpan di kantong dan komunitas pribadi," tandasnya.
BERITA TERKAIT: