Heboh Baju Dinas DPRD Kota Tangerang Pakai Louis Vuitton, BPS Berbicara Lain

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Selasa, 10 Agustus 2021, 13:23 WIB
Heboh Baju Dinas DPRD Kota Tangerang Pakai Louis Vuitton, BPS Berbicara Lain
Gerai Louis Vuitton/Net
rmol news logo Ada ada saja tingkah yang ditunjukkan oleh wakil rakyat di Kota Tangerang. Di tengah keprihatinan pandemi Covid-19 yang belum usai, publik digegerkan dengan peningkatan anggaran bahan pakaian untuk anggota DPRD Kota Tangerang tahun 2021.

Dilansir dari laman Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Pemkot Tangerang, anggaran pengadaan bahan pakaian anggota DPRD Kota Tangerang tahun ini mencapai Rp 675 juta, atau naik dua kali lipat dari tahun sebelumnya yang dianggarkan Rp 312,5 juta.

Yang lebih menghebohkan, peningkatan anggaran tersebut ternyata untuk pengadaan bahan baju dinas bermerek seperti Louis Vuitton untuk pakaian dinas harian (PDH), Lanificio Di Calvino untuk pakaian sipil resmi (PSR), Theodoro untuk pakaian sipil harian (PSH), dan Thomas Crown untuk pakaian sipil lengkap (PSL).

"Ada empat bahan, salah satunya Louis Vuitton," ujar Pengadaan Bahan Pakaian Sekretariat DPRD Kota Tangerang Pokja ULP Hadi Sudibjo kepada wartawan, Selasa (10/8).

Brand tersebut rencananya dipakai oleh 50 anggota dewan. Anggaran pengadaan baju dinas itu mencapai Rp 675 juta.

Spesifikasi bahan bermerek yang biasa digunakan masyarakat kalangan atas ini pun ditentukan oleh pejabat pembuat komitmen (PPK) yang kemudian dibawa ke proses tender.

Berdasarkan informasi yang beredar, pengadaan pakaian DPRD Kota Tangerang itu diikuti empat perusahaan dan telah ditentukan pemenangnya pada 21 Juli 2021, yakni CV Adhi Prima Sentosa.

Pengadaan bahan pakaian untuk anggota DPRD Kota Tangerang ini pun sukses menyedot perhatian publik. Banyak pihak yang menilai apa yang dilakukan para wakil rakyat ini tak mencerminkan keprihatinan atas kondisi masyarakat yang sedang susah karena pandemi Covid-19.

Di sisi lain, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tangerang yang dirilis awal tahun 2021, angka kemiskinan masyarakat Kota Tangerang meningkat di masa pandemi Covid-19. Di tanhun 2020, angka kemiskinan meningkat setidaknya 5,22 persen dibanding tahun sebelumnya.

“Kita mencatat ada sekitar 118,22 ribu penduduk Kota Tangerang yang berada di bawah garis kemiskinan pada 2020,” ujar Kepala BPS Kota Tangerang, Budi Supriyanto, Rabu silam (3/2).

Sebelum pandemi Covid-19, penduduk miskin di Kota Tangerang tercatat sebanyak 98,37 ribu setara dengan 4,43 persen.

“Semua itu akibat pandemi Covid-19, kan banyak yang pengurangan tenaga kerja, pendapatannya pun menurun dan lainnya juga. Jadi angka kemiskinan ini naik,” ujarnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA