Da'i kondang Ustadz Abdul Somad (UAS) mengatakan, agama Islam hadir di muka bumi antara lain menekankan pentingnya menjaga lima hal yakni;
Hifzul Aqli (menjaga akal),
hifzun nafs (menjaga nyawa),
hifzul maal (menjaga harta),
hifzun nasal (menjaga keturunan),
hifzul syarf (menjaga kehormatan orang).
Menurut UAS, konteks
hifzul syarf ini sangat erat kaitannya dengan kode etik jurnalistik. Pasalnya, anjuran untuk menjaga kehormatan manusia agar tidak dirusak bisa diindahkan oleh organisasi sekaliber JMSI.
"JMSI bisa angkat kode etik dari ajaran Islam untuk menjadi
rahmatan lil alamin," ujar UAS saat memberikan tausiyah nasional dalam HUT pertama JMSI bertajuk 'Kode Etik Jurnalistik Dalam Perspektif Islam' secara virtual, Senin (8/2).
"Maka tidak boleh caci maki, sumpah serapah, merusak nama baik, baik itu suku, agama, bangsa dan sebagainya. Jadi, nilai-nilai inilah yang disusun oleh para ulama sumbernya Al-Qur'an dan hadits Nabi Muhamad SAW," sambungnya.
UAS menuturkan, JMSI bisa berperan untuk berijtihad dan mengangkat kode etik jurnalistik perspektif Islam yang bersifat universal. Sehingga akan menjadi rahmat bagi para wartawan.
"Karena kedatangan Islam adalah salam atau kedamaian," demikian UAS.
Turut hadir sejumlah tokoh dalam HUT ke-1 JMSI antara lain Ketua Umum JMSI, Teguh Santosa; Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan; Ketua KPK, Firli Bahuri.
Kemudian, Ketua Dewan Pakar Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Zubairi Djoerban; Rektor Universitas Kristen Satya Wacana, Neil Samuel Rupidara; dan ekonom senior INDEF, Prof Didik J Rachbini.
BERITA TERKAIT: