Padahal menurutnya, pertemuannya di sebuah hotel di Jakarta diakui hanya sebatas ngobrol santai sembari ngopi-ngopi.
"Saat sekumpulan laki-laki menikmati kopi, pembicaraan bisa melebar dari soal
joke ringan, pekerjaan, sosial, seni, olahraga, bahkan politik," kata Moeldoko saat menulis di akun Instagramnya, Kamis (4/2).
"Setelah habis secangkir, kita bisa kembali ke pekerjaan masing-masing dimana semua sepakat '
no heart feeling'," sambungnya.
Kembali ia tegaskan, pertemuan dirinya dengan kader Demokrat hanya sekadar ngopi, bukan untuk mengambilalih kepemimpinan Partai Demokrat seperti yang sedang ramai dibahas.
Atas dasar itu, ia pun berpandangan pertemuannya, termasuk dengan kader Demokrat yang diklaim hanya ngopi-ngopi tidak perlu harus mendapat izin dari Presiden Joko Widodo.
"Ngopi membuka wawasan kita. Kenapa untuk ngopi saja harus pakai lapor atau minta izin. Toh menurut sebuah artikel di @natgeoindonesia 'Minum Kopi Bermanfaat Bagi Pendengaran' a.k.a bisa mencegah gangguan pendengaran," tandasnya.
BERITA TERKAIT: