Moeldoko sendiri tidak menampik jika dirinya sebagai orang yang terbuka, beberapa kali ditemui orang yang datang. Termasuk dari unsur Demokrat.
Dia mengaku mendengarkan curhatan mereka yang datang dan merasa prihatin dengan apa yang disampaikan.
“Karena saya juga bagian dari yang mencintai Demokrat,†tuturnya, Senin (1/2).
Terlepas dari itu dia tidak mempersalahkan jika kemudian namanya dipergunjingkan.
Namun demikian, di akhir jumpa pers Moeldoko memberi saran kepada seorang pemimpin yang tidak ia sebut namanya.
Dia meminta agar pemimpin tersebut kuat dan tidak muda membawa sesuatu ke dalam perasaan (baperan). Mantan panglima TNI itu juga meminta agar pemimpin tidak terlalu protektif dengan para prajurit.
“Jadi seorang pemimpin harus seorang pemimpin yang kuat. Jangan mudah baperan, jangan mudah terombang ambing dan seterusnya. Ya kalau anak buahnya gak boleh pergi ke mana-mana ya diborgol saja kali,†pesannya.
“Kalau ada istilah kudeta, ya kudeta itu dari dalam, masak dari luar,†demikian Moeldoko.
BERITA TERKAIT: