Pasalnya, secara terang-terangan Wakil Walikota Solo sekarang, Achmad Purnomo, mengaku ditawari jabatan oleh Presiden saat melakukan pertemuan di Istana, Kamis (16/7).
Tawaran Jokowi itu dilakukan untuk memuluskan putra sulungnya Gibran jadi calon Walikota Solo.
Menurut Analisis Politik dari Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Ubedillah Badrun, keterlibatan Jokowi dalam suksesi Gibran sebagai suatu hal yang aneh.
"Keanehan tersebut juga terlihat dari keterlibatan Presiden Jokowi memanggil Purnomo bakal calon walikota untuk memberitahu bahwa Gibran yang jadi calon walikota Solo," ujar Ubedillah Badrun saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Sabtu (18/7).
Jika pun Jokowi benar-benar menawarkan jabatan di pemerintahan untuk Achmad Purnomo, setelah Gibran resmi diberikan rekomendasi oleh PDIP untuk maju di Solo, maka tentu akan menjadi pertanyaan besar di rakyat terkait mekanisme pencalonan yang ada di tubuh partai moncong putih.
"Ini aneh, sejak kapan Jokowi ikut-ikutan menentukan calon kepala daerah di tubuh PDIP," demikian Ubedillah Badrun.
BERITA TERKAIT: