GNR: Penguasaan Mafia Atas Timah Di Babel Sengsarakan Rakyat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/diki-trianto-1'>DIKI TRIANTO</a>
LAPORAN: DIKI TRIANTO
  • Kamis, 02 Juli 2020, 04:32 WIB
GNR: Penguasaan Mafia Atas Timah Di Babel Sengsarakan Rakyat
Tambang Timah di Babel/Net
rmol news logo Cengkraman mafia atas penguasaan timah di Bangka Belitung makin memprihatinkan. Keberpihakan pemerintah yang seharusnya diberikan kepada rakyat jsutru terkesan lebih condong untuk penguasa ekonomi, terutama di bidang pertambangan.

“Pemerintah seolah tutup mata dan telinga terhadap keinginan dari masyarakat,” kata Presidium Garda Nasional untuk Rakyat (GNR), Agung Wibowo dalam keteranganya, Rabu (1/7).

Agung mengungkap, indikasi keterlibatan mafia tambang di Provinsi Bangka Belitung sudah menjadi rahasia umum. Ia bahkan menduga ada keterlibatan pengusaha Harvey Moeis yang memiliki peran dominan dalam mengendalikan sektor timah di Babel.

Agung menduga, terbitnya Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) yang hanya kepada lima perusahaan, yaitu PT. Refined Bangka Tin, CV.  Venus Inti Perkasa, PT. Tinindo Inter Nusa, PT. Sariwiguna Bina Sentosa dan PT. Stanindo Inti Perkasa tak lepas dari pengaruh Harvey.

“Diduga seorang Harvey Moeis dapat mengatur mana perusahaan tambang yang boleh dan tidak boleh beroperasi di sana. Semua harus melalui Harvey, sebagai pemain tunggal dalam bisnis sektor pertambangan timah di Babel,” tegas Agung.

Agung menyarankan, baiknya Kementian ESDM sebagai regulator menelisik UU 4/2009 yang memberikan amanat sumber daya alam yang tak terbarukan merupakan kekayaan nasional yang dikuasai oleh negara untuk sebesar-besar kesejahteraan rakyat.

“Bukan untuk bancakan bahkan menimbun kekayaan pribadi-pribadi,” imbau Agung. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA