Menyikapi hal tersebut, anggota Komisi IX DPR RI Saleh Partaonan Daulay menyampaikan adanya peningkatan yang cukup besar ini cukup mengkhawatirkan.
“Tentu kita merasa khawatir dengan adanya peningkatan jumlah orang yang terpapar Covid-19,†ujar Saleh kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Selasa (9/6).
Saleh menekankan bahwa penambahan yang tinggi itu harus disikapi serius oleh pemerintah yang belakangan getol mengkampanyekan era
new normal.
“Karena itu, kita mendesak pemerintah untuk melakukan studi dan kajian yang serius terkait dengan faktor penyebab, dari naiknya jumlah orang yang terpapar itu,†imbuhnya.
Politisi Partai Amanat Nasional menyebutkan, ada beberapa indikator yang bisa jadi menyebabkan peningkatan positif Covid-19 dalam kurun waktu 24 jam ini.
“Apakah jumlah yang terpapar itu, naiknya karena adanya kebijakan
new normal atau pelonggaran PSBB, atau justru kenaikan itu disebabkan makin masifnya dilakukan
rapid test dan PCR atau juga swab itu,†katanya.
Saleh meminta agar pemerintah untuk segera melakukan evaluasi mengenai kebijakan
new normal atau masa transisi guna mengantisipasi melonjaknya warga terpapar Covid-19.
“Tiga hal ini jadi berkaitan, apakah ada
new normal, justru jangan-jangan ini kan bisa jadi karena masifnya rapid test masyarakat. Dikarenakan pelonggaran tentu pemerintah harus evaluasi kembali kebijakan itu,†tandasnya.