Hal itu disampaikan mayoritas responden dalam survei persepsi publik terhadap penanganan Covid-19, kinerja ekonomi, dan implikasi politiknya yang dilakukan lembaga survei Indikator.
Setidaknya, 60,3 persen dari total 1.200 responden yang diwawancarai melalui sambungan telepon menilai demikian.
“Mayoritas menilai bantuan sosial yang diberikan untuk warga kurang mampu kurang atau tidak tepat sasaran sama sekali, 60.3%. Mereka yang menilai demikian terutama warga di perkotaan, pendukung Prabowo-Sandi, berpendapatan lebih tinggi dan perempuan,†ujar Direktur Eksekutif Indikator, Burhanuddin Muhtadi dalam pemaparannya, Minggu (7/6).
Burhanuddin juga mencatat, banyak masyarakat yang menyetujui anggaran pendapatan negara diberikan kepada rakyat kecil dan juga untuk kesehatan.
“Bantuan bahan pokok untuk rakyat kecil, kesehatan, dan BLT adalah bentuk realokasi anggaran yang paling banyak disetujui warga,†tambahnya.
Tak hanya itu, dalam survei yang digelar 16-18 Mei 2020 itu menerangkan, mayoritas masyarakat meminta pemerintah mengalihkan dana pelatihan daring ke bantuan sembako untuk rakyat kecil.
“Yang tidak setuju menilai pembagian sembako dan bantuan tunai bagi yang membutuhkan lebih bermanfaat ketimbang untuk pelatihan online,†tandasnya.
Sebanyak 1.200 responden diambil dengan penarikan sampel menggunakan metode
multistage random sample.
Margin of eror berada di 2,9 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen.
BERITA TERKAIT: