Kusfiardi: Setop Dulu Perdebatan Ekonomi Di Tengah Wabah Covid-19, Intinya Penyelamatan Manusia

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/angga-ulung-tranggana-1'>ANGGA ULUNG TRANGGANA</a>
LAPORAN: ANGGA ULUNG TRANGGANA
  • Jumat, 10 April 2020, 08:26 WIB
Kusfiardi: Setop Dulu Perdebatan Ekonomi Di Tengah Wabah Covid-19, Intinya Penyelamatan Manusia
Analis Ekonomi dan Politik Indonesia, Kusfiardi/RMOL
RMOL. Perkembangan kasus Coronavirus Disease (Covi-19) di Indonesia semakin memprihatinkan. Hingga Kamis (9/4) tercatat ada 3.293 orang terjangkit dan 280 nyawa melayang akibat terinfeksi Covid-19.

Analis Ekonomi Politik Indonesia, Kusfiardi berpendapat pemerintah dan seluruh masyarakat harus fokus pada upaya penanganan Covid-19 yang efektif. Mulai ketersediaan alat kesehatan, ketersediaan bahan pangan dan berbagai upaya membasmi wabah mematikan asal Kota Wuhan, Provinsi Hubei, China itu.

Menurut Kusfiardi, memperdebatkan di luar upaya penanganan Covid-19 justru akan memperkeruh situasi.

"Jangan dicampurbaurkan antara covid dan ekonomi, intinya penyelamatan manusianya, ekonomi baru nanti. Dari awal tidak ada ketidakjelasan protap, seberapa besar bahaya dan bagaimana mengatasinya, dari awal tidak terjelaskan dengan baik, beberapa kebijakan dikoreksi sendiri oleh pemerintah, belum lagi soal transparansi dan akuntabilitasnya," demikian pendapat Kusfiardi kepada Kantor Berita Politik RMOL, Jumat (10/4).

Ia juga menyoroti pentingnya ketegasan pemerintah dalam menangani virus ini. Kepercayaan publik, tambah Kusfiardi menjadi salah satu kunci untuk membasmi virus ini dengan cepat dan efektif.

Pemerintah kata Kusfiardi, harus memperjelas informasi dan protap penanganannya.  Kusfiardi meyakini, dengan keterbukaan pemerintah, masyarakat akan sadar dan bersatu padu dalam melawan virus yang sudah mematikan puluhan ribu orang sedunia ini.  
 
"Jangan sampai saat ini kepercayaan masyarakat ke pemerintah kurang, harus didukung dengan langkah dan data valid. Kepercayaan ini penting untuk mencegah wabah ini meluas. Nggak bisa lagi pakai retorika. Retorika yang menenangkan justru membuat panik," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA