"Saya belum tahu itu, karena kita kan masih reses," ucap Abdul Kharis saat dihubungi
Kantor Berita Politik RMOL, Kamis (19/3).
Namun, politisi PKS ini menyampaikan, dalam keadaan darurat seperti saat ini, tidak masalah jika seorang menteri mengambil langkah strategis.
"Enggak masalah, enggak ada apa-apa. Selama ini untuk kepentingan bersama saya dukung-dukung saja. Kita membutuhkan juga tentara Indonesia yang sehat," ucapnya.
Abdul Kharis kembali menegaskan bahwa selama prosedur kesehatan dan keselamatan dilakukan, tak ada masalah jika Prabowo melakukan arahan untuk mengambil alat kesehatan di Shanghai.
"Sepanjang prosedur secara kesehatan dilalui enggak masalah. Saya berharap tentara kita harus dicek sehat," tandasnya.
Anggota Komisi IX DPR, Saleh Partaonan Daulay sebelumnya mendukung langkah Prabowo itu.
Pasalnya, kata politisi PAN ini, alkes yang dimiliki oleh Indonesia terbilang minim dan langka untuk kebutuhan tim medis. Belum lagi, tingginya harga alat kesehatan di tengah wabah virus corona membuat masyarakat kesulitan.
Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto yang meminta Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto untuk mengambil alkes ke Shanghai, China. Permintaan itu termuat dalam surat nomor B/667/III/2020 tertanggal hari ini, perihal Pengambilan Alat Kesehatan.
Adapun alkes berupa disposable masks, n95 masks, protective clothing, goggles, gloves, shoe covers, infrared thermometer, dan surgical caps itu nantinya akan digunakan oleh Tim Medis Kemhan dan TNI guna pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona.