Gelontoran Dana Bukan Jaminan Kualitas Pendidikan Meningkat

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/widian-vebriyanto-1'>WIDIAN VEBRIYANTO</a>
LAPORAN: WIDIAN VEBRIYANTO
  • Jumat, 06 Maret 2020, 08:47 WIB
Gelontoran Dana Bukan Jaminan Kualitas Pendidikan Meningkat
Ahmad Muzani/Net
rmol news logo Gelontoran dana bukan jaminan masalah di bidang pendidikan selesai, khususnya mengenai kualitas anak didik.

Begitu tegas Sekjen DPP Partai Gerindra Ahmad Muzani saat memberi sambutan di Darul Hikam Education Conference 2020 yang membahas arah baru pendidikan Indonesia di Kota Bandung, Jawa Barat, Kamis (5/3).

Diuraikan Muzani bahwa anggaran untuk pendidikan di tahun 2018 adalah sebanyak Rp 444 triliun dan naik di tahun 2019 menjadi Rp 492 triliun. Namun jumlah yang besar dan penambahan yang signifikan itu tidak membawa pendidikan semakin membaik.

Langkah pemerintah membuat kebijakan sertifikasi tenaga didik guru juga tidak memberi jaminan kualitas pendidikan. Sebaliknya, guru justru malah disibukkan dengan administrasi agar dapat tambahan honor dari sertifikasi.

“Tadinya kita menyangka bahwa kekurangan biaya pendidikan menjadi problem dan sebab rendahnya mutu pendidikan kita. Tapi, itupun belum menyelesaikan problem pendidikan,” urainya.

Dia lantas mengeluarkan teori bahwa faktor utama yang tidak boleh dilupakan dari pendidikan adalah ketuhanan.  Dengan penguatan faktor itu, anak didik bisa menjadi lebih berkualitas.

Dia lantas mencontohkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Sofyan Djalil yang berlatar belakang pendidikan guru agama dan pernah menjadi profesi selama hidupnya. Ternyata kini yang bersangkutan mampu menunjukkan kualitas dan menjadi seorang menteri.

“Jadi faktor utama yang tidak boleh dilupakan adalah faktor ketuhanan. Ini tidak boleh kita sepelekan dalam pendidikan di Indonesia,“ tambahnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA