"Jokowi melihat pelukan mesra antara Paloh dan Sohibul adalah babak baru menyongsong kerja sama ke depan, keduanya (Nasdem-PKS) ada
chemistry, makanya Jokowi meledek dengan nada halus. Itulah gaya Jokowi, menyampaikan sesuatu dengan humor," ujar Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno kepada
Kantor Berita Politik RMOL sesaat lalu di Jakarta, Kamis (7/11).
Lebih jauh, ia melihat manuver yang dilakukan Paloh menunjukkan tidak solidnya partai koalisi pemerintahan Jokowi-Maruf.
"Komunikasi politik yang dilakukan Nasdem sebagai upaya menjahit konsolidasi politik karena koalisi internal pendukung Jokowi mulai menampakkan gejala tak solid," jelas Adi.
Adapun, lanjut Adi, babak baru Nasdem-PKS ini akan memunculkan banyak langkah-langkah taktis dan strategis yang bakal dilakukan kedua partai tersebut.
"Babak baru intensitas komunikasi antarmereka. Banyak hal ke depan yang perlu dikerjakan bersama, bisa Pilkada serentak 2020 maupun untuk Pemilu 2024," demikian Adi.
BERITA TERKAIT: