"Ini peringatan hari bersejarah bagi kebangkitan dan pergerakan seluruh pemuda di nusantara. Hari yang menjadi tonggak bagi pemuda Indonesia untuk kembali melanjutkan cita-cita para pendiri bangsa dan mengisi kemerdekaan dengan mengambil peran sesuai keahlian masing-masing," kata Ketua Fraksi PKS DPR RI, Jazuli Juwaini, dalam keterangan tertulisnya, Selasa (29/10).
Menurutnya, para pemuda harus bersama dalam satu barisan dalam menjaga bangsa dari aktor-aktor yang berupaya memecah belah persatuan. Seperti halnya PKS yang menempatkan sebanyak tujuh persen pemuda di bawah 30 tahun berada di Parlemen.
"Mereka hadir bukan karena sebatas keturunan siapa dan dari mana asalnya, namun berdasarkan kompetensi dan kapabilitas dalam merit system yang teruji," lanjutnya.
Di sisi lain, ia menyoroti pentingnya persatuan dan kekompakan para pemuda. Sebab jika hal itu terjalin dengan baik, maka kerusuhan yang terjadi di beberapa tempat tak akan terjadi.
“Saya yakin bahwa peristiwa di Papua tidak akan pernah terjadi, karena semua kompak dalam menjaga persatuan, serta tidak mudah dipecah belah apalagi dihasut yang nantinya akan merugikan bangsa kita," tegasnya.
Atas dasar itu, pihaknya sadar persoalan persatuan dan kesatuan perlu dicarikan solusinya. Kekuatan pemuda, lanjutnya, terletak pada aksi dan kolaborasinya dalam memajukan bangsa. Untuk itu, ia mendorong pemuda Indonesia untuk melakukan aksi dan kolaborasi dalam membangun negeri.
"Bangsa yang besar tergantung pada karya inovatif generasi muda dan kebijaksanaan generasi tua. Kalau dua karakter generasi ini berkolaborasi, dahsyat!" tutupnya.
BERITA TERKAIT: