Begitu terang pengamat politik, Pangi Syarwi Chaniago kepada
Kantor Berita Politik RMOL, Rabu (2/10). Pangi menilai sikap Mega itu tidak lepas pada kondisi politik yang tengah terjadi di internal pendukung Joko Widodo.
"Saya pikir Bu Mega punya cara sendiri untuk memperlihatkan ketidaksukaannya ataupun
bargaining politik serta menunjukan tidak lagi memiliki chemistry," ungkapnya.
Namun demikian, direktur eksekutif Voxpol Center Research and Consulting itu menilai sikap Mega justru merugikan citranya sebagai seorang negarawan. Presiden kelima RI itu, sambung Pangi, seharusnya tidak menampilkan panggung belakang ke depan publik.
"Walaupun itu bagian bargaining, tapi panggung depan itu harus tetap dijaga agar tidak terlalu kelihatan. Di sini Megawati agak sedikit gagal mengelola panggung depan," paparnya.
Lebih lanjut, Pangi memang mencermati bahwa Mega selalu menampilkan ketidaksukaan secara blak-blakan jika berkonflik dengan seseorang. Seperti yang ditunjukkan Mega dengan Ketua Umum Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).
"Kita bisa liat hubungan dengan SBY sampai sekarang, itu masih terasa. Kini beliau mulai tidak nyaman dengan SP, komunikasi tidak jalan atau merasa tersinggung atau juga karena ada faktor politik lain yang ingin dia sampaikan, " pungkasnya.
BERITA TERKAIT: