"Semua kader Golkar pasti layak, tapi kami menekankan ikhtiar Jaringan Aktivis Muda (JAM) Golkar saat ini hanyalah Airlangga (tepat jadi Ketum Golkar)," ujarnya saat menjadi narasumber di acara diskusi bertema 'Siapa layak di pucuk beringin' di Hotel Borobudur, Selasa (30/7).
Berdasarkan rapor selama menjadi Ketum, Hamzah mengatakan bahwa Airlangga telah mampu menyelamatkan Golkar dari keterpurukan.
Hal itu terlihat dari hasil Pemilu 2019 yang menempatkan Golkar di tiga besar. Namun capaian ini justru diikuti oleh sikap segelintir orang yang nyinyir terhadap kinerja Menteri Perindustrian ini.
"Kok banyak yang mencibir ya?" tanyanya.
Ada yang perlu ditinjau dalam melihat fenomena di internal Golkar. Menurutnya, seluruh elemen Golkar harus bersama-sama memiliki itikad baik untuk memajukan partai dengan mendorong narasi yang obyektif.
"Kalau ada yang bagus kan enggak salah diapresiasi, tapi mengumbar sesuatu yang tidak obyektif akan merugikan dan tidak sehat bagi Golkar sendiri," tegas Hamzah.
Pengakuan Hamzah, seluruh fraksi Golkar di daerah sudah menentukan dukungan kepada Airlangga. "Ini menggembirakan. Tidak ada keributan. Siapapun kontestan yang maju, jangan saling adu domba,"imbuhnya.
Pertimbangan lain baginya adalah sosok ketua umum Golkar periode mendatang harus juga memiliki kriteria untuk dicalonkan sebagai presiden atau wakil presiden. Kriteria itulah yang dinilai ada paa sosok Airlangga.
"Kita sekarang juga bicara 2024 persiapkan calon presiden. Sebagai anak daerah, kita punya kebanggaan ketika ketum Golkar jadi Capres atau Cawapres," pungkasnya.
BERITA TERKAIT: