Menurut Sugiat, mayoritas politisi senang untuk tampil di panggung politik yang penuh dengan sorotan kamera. Sebab, selain untuk uji kualitas, tampil di media juga menjadi cara politisi untuk bisa meningkatkan popularitas.
Namun hal ini tidak dilakukan oleh Dasco yang justru memilih menghindar dari media.
“Kalian akan susah menjumpainya dalam debat politik yang panas. Memang beliau tak suka dan tak berbakat dalam berdebat,†tegas Sugiat dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/7).
“Beliau lebih suka bekerja dalam senyap. Tapi tak ada kerjanya yang tak tuntas,†sambungnya.
Dasco bahkan mungkin tidak akan duduk di kursi DPR, andai tidak ada perintah langsung dari Ketua Umum Partai Gerindra di Pemilu 2014 lalu. Sebab kala itu, dia tidak pernah berpikir sedikit pun untuk maju pileg.
"
Gue mah ogah pusing-pusing. Lebih enak
kayak gini. Bisa
nelpon bos-bos itu sesuka hati. Bisa bantu banyak kawan yang kesusahan,†kata Sugiat menuturkan alasan Dasco enggan tampil di media.
Sugiat mencatat, Dasco merupakan pemimpin yang peduli dan membela mati-matian gerbongnya. Dia akan selalu hadir dalam memperjuangkan anak buahnya kapanpun dan dimanapun.
Teranyar, bisa dilihat dari cara mantan direktur Advokasi dan Hukum Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandi membebaskan ratusan pendukung yang ditahan selama pilpres digelar.
“Beliau tipe pemimpin yang akan mendapat loyalitas penuh dari anggotanya,†yakin Sugiat.
BERITA TERKAIT: