Jimly Asshiddiqie: Oposisi Mesti Ada, Jangan Terlalu Kuat Jangan Terlalu Lemah

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-alfian-1'>AHMAD ALFIAN</a>
LAPORAN: AHMAD ALFIAN
  • Kamis, 25 Juli 2019, 21:26 WIB
Jimly Asshiddiqie: Oposisi Mesti Ada, Jangan Terlalu Kuat Jangan Terlalu Lemah
Jimly Asshiddiqie/RMOL
rmol news logo Indonesia membutuhkan oposisi sebagai penyeimbang pemerintahan (eksekutif). Kekuatan penyeimbang itu adalah bagian dari sifat demokrasi Indonesia.

Begitu pernyataan yang disampaikan oleh Ketua Mahkamah Konstitusi periode 2003-2008, Jimly Asshiddiqie, saat diwawancara Kantor Berita RMOL di tengah acara bedah buku di kawasan Tanah Abang, Jakarta.

"Jadi istilah yang dipakai untuk itu terserah. Apakah nanti disebut kelompok penyeimbang atau oposisi sekalipun, yang jelas itu harus ada," tegasnya pada Kamis, (25/7)

Namun, ia menambahkan, kekuatan oposisi tersebut juga tidak boleh terlalu kuat karena bisa mendikte banyak pengambilan keputusan politik yang seharusnya di tangan presiden.

"Tetapi jangan juga terlalu lemah karena nanti bisa tidak ada kontrol," terang Jimly. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA