Pengamat politik, Sebastian Salang mengakan,
blueprint itu sebagai petunjuk bagi partai politik koalisi pendukung Jokowi-Maruf dalam menyiapkan nama calon menteri.
"Karena presiden punya hak prerogratif, (jangan sampai) kayak membeli kucing dalam karung," ujar Sebastian dalam jumpa pers di kantor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi), Bilangan Matraman, Kamis (11/7).
Bukan untuk partai politik saja,
blueprint tersebut juga bisa diapakai oleh kalangan profesional yang berpotensi menjadi menteri.
Pasalnya, jelas Sebastian, kandidat menteri harus betul-betul paham dengan jalan pemikiran presiden. Utamanya, untuk mensukseskan apa yang menjadi visi dan misi besar Kepala Negara.
"Menteri harus satu visi dengan pemerintah, jangan sampai dia gagap usai menanggapi visi besar dari presiden," ungkapnya.
Pada akhirnya, Formappi berharap para menteri yang akan membantu Presiden nanti merupakan orang-orang yang mumpuni.
"Harus profesional di bidangnya, harus berpotensi, integritas dan ketegasan membuat kebijakan," demikian Sebastian Salang.
BERITA TERKAIT: