PKB: Tawar Menawar Menteri Jangan Ditanggapi Serius

 LAPORAN: <a href='https://rmol.id/about/ahmad-kiflan-wakik-1'>AHMAD KIFLAN WAKIK</a>
LAPORAN: AHMAD KIFLAN WAKIK
  • Jumat, 05 Juli 2019, 16:47 WIB
PKB: Tawar Menawar Menteri Jangan Ditanggapi Serius
Abdul Kadir Karding/RMOL
rmol news logo Dinamika pembagian kursi menteri di kalangan partai politik pendukung Presiden dan Wakil Presiden terpilih Joko Widodo dan Maruf Amin semakin memanas.

Partai Golkar dan Partai Nasdem menyindir Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar yang lebih dulu mengusulkan dan terkesan meminta 10 kursi jatah menteri kepada Jokowi.

Ketua DPP PKB Abdul Kadir Karding mengatakan, dinamika tawar menawar politik itu wajar, tidak terlalu penting untuk ditanggapi serius.

"Menurut saya itu hanya wacana-wacana saja, tidak usah terlalu diganggapi terlalu serius," ujar Karding di Media Center DPR, Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (5/7).

Dia menyebut tidak seharusnya Jokowi sebagai Kepala Negara didikte soal jabatan. Menurutnya, kalau ada pembagian kursi menteri tentu dilakukan dengan proporsional.

"Pak Jokowi pasti kalau berdasarkan basis pemilihan menterinya berdasarkan pada misalnya jatah-jatah seperti itu tentu proporsional," jelasnya.

Ditanya soal nama-nama yang diajukan PKB sebagai calon menteri, Karding mengaku tidak tahu.

"Enggak tahu saya, tanya sama pak Muhaimin kalau itu," pungkasnya. rmol news logo article

Temukan berita-berita hangat terpercaya dari Kantor Berita Politik RMOL di Google News.
Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

FOLLOW US

ARTIKEL LAINNYA