Awak mobil tangki yang tergabung dalam Serikat Pekerja Awak Mobil Tangki (SP-AMT) Pertamina menggelar zikir akbar di depan Istana Presiden Jakarta, Selasa (12/3).
Ariswiyono salah seorang yang menjadi korban pemecatan mengatakan, zikir akbar digelar oleh ratusan masa aksi dari awak mobil tangki Pertamina karena setelah mereka bertemu dengan Presiden sebanyak dua kali namun belum ada penyelesaian.
"Presiden telah memandatkan ke Seskab (Pramono Anung) dan Rieke Diah Pitaloka untuk memediasi perwakilan sopir tangki Pertamina dengan anak-anak perusahaan Pertamina masih menemui jalan buntu," ujar Ariswiyono.
Mediasi yang dilakukan sebanyak empat kali belum juga menemukan titik terang dan malah jauh dari substansi permasalahan yang dituntut oleh para buruh sopir tangki.
"Timbul banyak pertanyaan kenapa kasus sopir tangki yang harus diselesaikan dua minggu justru buntu, ada apa sebenarnya?" ungkapnya.
"Zikir akbar di depan Istana ini dimaksudkan agar negara benar-benar mau hadir dan menyelesaikan persoalan ini secara tuntas dan terang banderang," tegas Ariswiyono menambahkan.
Sebanyak 1.095 pekerja sopir tangki Pertamina di-PHK secara sepihak pada tahun 2017 melalui pesan pendek (SMS).
Empat tuntutan SP-AMT; Pertama, bayarkan upah lembur yang belum dibayarkan sesuai nota sudinaker dan Kementerian Ketenagakerjaan dan upah proses selama di-PHK. Kedua, pekerjakan kembali 1.095 AMT yang di-PHK massal dan secara sepihak.
Ketiga, angkat kami sebagai karyawan tetap di PT. Pertamina Patra Niaga dan PT. Elnusa Petrofin, sesuai dengan nota sudinaker yang sudah disahkan oleh pengadilan; dan keempat, bayarkan hak pensiun bagi pekerja yang lanjut usia sesuai perundang undangan yang berlaku.
BERITA TERKAIT: