Begitulah
tagline undangan peluncuran kembali media yang sempat memicu kontroversi ketika kampanye Pemilihan Presiden 2014 ini.
Mantan Pemimpin Redaksi
Obor Rakyat, Setyardi Budiono memang sudah berkomitmen menghidupkannya kembali.
Beberapa waktu lalu, Setyardi mengutarakan rencana penerbitan
Obor Rakyat edisi perdana sebelum Pemilu 17 April.
Bahkan ia sudah bersilaturahmi dengan para pejabat terkait, atas rencana penerbitan tabloid tersebut. Termasuk permohonan tertulis mantan wartawan Tempo ini beraudiens dan mewawancarai Presiden Jokowi.
Peluncuran kembali
Obor Rakyat diagendakan lusa malam (Jumat, 8/3) di Gedung Joang'45, Jakarta Pusat.
Â
Saat ini, Setyardi bersama rekannya, Redaktur Pelaksana
Obor Rakyat ketika itu, Darmawan Sepriyosa sedang menjalani masa cuti bersyarat dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkumham). Dimulai dari Januari 2019 sampai dengan 8 Mei 2019.
Tabloid
Obor Rakyat pertama kali terbit pada Mei 2014 dengan judul halaman muka 'Capres Boneka' dengan karikatur Jokowi sedang mencium tangan Megawati Soekarnoputri.
Dalam isinya,
Obor Rakyat menyebut Jokowi sebagai keturunan Tionghoa dan kaki tangan asing. Masyarakat kemudian geger akibat tulisan tersebut.
Pada 4 Juni 2014, tim pemenangan capres dan cawapres Joko Widodo-Jusuf Kalla melaporkan tabloid
Obor Rakyat ke Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu).
Kasus ini berlanjut ke pengadilan. Pada 22 November 2017 majelis hakim Pengadilan Negeri Jakarta Pusat yang diketuai Sinung Hermawan menghukum Setiyardi dan Darmawan Sepriyosa masing-masing delapan bulan penjara.